Penyebab Sakit Rahang

Penyebab Sakit Rahang

Umumnya sakit di bagian rahang dapat membuat seseorang menjadi sulit berbicara, makan ataupun tertawa. Oleh sebab itu, sangat penting untuk mengetahui apa saja penyebab utamanya yang memicu munculnya rasa sakit di bagian rahang.

Dilansir melalui American Dental Association, mengungkapkan bahwa nyeri ataupun sakit yang terjadi di bagian rahang termasuk salah satu masalah yang sangat umum dijumpai, terlebih terhadap orang dewasa. Untuk gejalanya meliputi kesulitan dalam mengunyah makanan, rasa sakit di bagian dalam atau di sekitar telinga, sakit kepala dan rasa sakit yang sangat menggigit.

Biasanya nyeri rahang dapat diakibatkan oleh adanya cedera atau kelainan di bagian sendi rahang, terutama terhadap persendian TMJ ( temporomandibular ). Akan tetapi, saat gangguan temporomandibular bukan merupakan sumber utamanya, terdapat beberapa kondisi berikut yang dapat mengakibatkan sakit di bagian rahang, diantaranya

• Masalah Pada Gigi

Terdapat berbagai jenis gangguan yang terjadi pada kesehatan gigi, seperti celah gigi, penyakit gusi, distorsi gigi, gigi tidak rata serta gigi berlubang juga bisa menjadi salah satu penyebab dari nyeri rahang. Bahkan, rasa sakit gigi yang diakibatkan oleh abses gigi bisa menjalar ke bagian rahang sehingga memicu munculnya sensasi nyeri yang sangat mengganggu.

• Sinusitis

Sinusitis merupakan pembengkakan atau peradangan di bagian jaringan sinus yang dekat dengan sendi rahang. Normalnya sinus akan dilindungi oleh lapisan lendir tipis yang bisa menangkap kuman, partikel ataupun debu dari udara agar nantinya tidak mudah untuk masuk ke bagian saluran pernapasan.

Saat sinus tersumbat, kuman akan tumbuh serta mengakibatkan infeksi. Peradangan yang terjadi di bagian sinus dapat diakibatkan oleh bakteri, jamur serta virus. Untuk sinus yang terinfeksi dapat memicu tekanan pada persendian rahang serta menyebabkan munculnya rasa sakit pada bagian tersebut.

• TMD ( Temporomandibular Joint Disorder )

Temporomandibular merupakan otot rahang serta sebuah set persendian yang berfungsi dalam menutup serta membuka mulut ketika berbicara, mengunyah maupun menelan. Untuk persendian tersebut juga dapat mengatur rahang ketika bergerak menyamping, ke bagian depan maupun ke belakang. Gangguan persendian jenis ini lebih dikenal sebagai TMD ( Temporomandibular Joint Disorder ).

Dilansir melalui Mayo Clinic, adapun sejumlah tanda serta gejala dari TMJ yakni,
> Nyeri di bagian wajah
> Nyeri di bagian rahang
> Kesulitan dalam mengunyah makanan
> Muncul rasa sakit di bagian dalam maupun di sekitar telinga

Glaukoma

Glaukoma

Glaukoma ( glukoma ) termasuk salah satu jenis kerusakan saraf pada bagian mata yang mana dapat mengakibatkan gangguan terhadap penglihatan serta kebutaan. Umumnya kondisi tersebut dapat diakibatkan oleh tekanan bola mata yang berlebihan.

Saraf mata merupakan kumpulan serat saraf sebagai penghubung antara retina dengan otak. Ketika terjadi kerusakan di bagian saraf mata, maka hal tersebut akan mempengaruhi sinyal yang bertugas dalam menyampaikan apa yang dilihat dengan otak menjadi terganggu. Inilah yang lama kelamaan akan memicu munculnya komplikasi glaukoma, seperti kebutaan serta hilangnya penglihatan.

Glaukoma terbagi menjadi beberapa jenis, diantaranya, glaukoma sudut tertutup, sudut terbuka, sekunder, kongenital dan tekanan normal. Dari semua glaukoma tersebut, yang paling umum terjadi yakni glaukoma sudut terbuka.

Tanda serta gejala yang akan muncul tergantung dari jenis glaukoma yang diderita, walaupun hampir semuanya mempunyai gejala yang serupa. Nyeri mata, penglihatan kabur, mata merah, sakit kepala berat, mual serta muntah merupakan tanda – tanda serta gejala yang paling umum terjadi.

Adapun beberapa penyebab, jika dilihat dari jenis glaukoma nya, antara lain

• Glaukoma Sudut Tertutup

Untuk penyumbatan jenis glaukoma ini dapat disebabkan oleh sudut drainase tertutup ( iris menonjol ) serta penyumbatan terhadap drainase cairan. Umumnya kondisi tersebut akan terjadi secara bertahap namun tidak mendadak atau akut.

• Glaukoma Sudut Terbuka

Jenis glaukoma ini yang mana terbentuk dari iris serta kornea dalam posisi terbuka. Penyumbatan parsial yang terjadi di trabecular meshwork merupakan penyebab utama dari glaukoma tipe ini.

• Glaukoma Sekunder

Tekanan yang terjadi di bagian bola mata dapat disebabkan oleh penggunaan obat – obatan atau kondisi kesehatan tertentu. kondisi ini biasanya bisa berupa tekanan darah tinggi dan tidak terkontrolnya komplikasi diabetes. Obat – obatan yang termasuk ke dalam kelompok kortikosteroid merupakan salah satu jenis obat yang berisiko lebih tinggi mengakibatkan jenis penyakit ini.

• Glaukoma Kongenital

Untuk tekanan di bagian bola mata jenis glaukoma ini dapat disebabkan oleh kelainan yang terjadi pada saat bayi baru dilahirkan.

• Glaukoma Tekanan Normal

Penyebab utamanya bukan dari tekanan bola mata, namun masih belum diketahui penyebab secara pastinya. Umumnya hal tersebut diakibatkan oleh hipersensitivitas atau aliran darah buruk. Untuk aliran darah buruk dapat disebabkan oleh penumpukan lemak.

Penyebab Munculnya Rasa Lapar Walau Baru Saja Makan

Penyebab Munculnya Rasa Lapar Walau Baru Saja Makan

Ketika menginginkan energi dalam melakukan sejumlah kegiatan sehari – hari maka diperlukan memiliki pola makan yang teratur. Makan sudah bisa membantu seseorang untuk lebih berenergi serta lebih fokus dalam melakukan segala hal. Saat sedang lapar, tentu ini akan berpengaruh terhadap fokus dalam diri menjadi berkurang. Akan tetapi, benarkan rasa lapar akan muncul di sela – sela kesibukan karena pola makan tidak teratur? Alasan yang paling utama seseorang lapar yakni otak merasa adanya perubahan terhadap nutrisi ataupun hormon di dalam darah.

Adapun beberapa penyebab seseorang mudah lapar, diantaranya

• Jam Tidur Kurang

Menurut Rumsey, selaku pembicara dari American Academy of Nutrition and Dietetics mengungkapkan bahwa rasa lapar dapat muncul diakibatkan oleh kurangnya jam tidur. Menurutnya, saat seseorang mengalami kekurangan tidur juga dapat menaikkan hormon ghrelin, hormon tersebut nantinya menstimulasi rasa ingin memakan sesuatu. Tidak hanya itu , kurang tidur juga bisa membuat menurunya hormon leptin pada tubuh. Hormon tersebut merupakan hormon yang mendorong munculnya rasa kenyang. Organ otak dapat membaca hormon – hormon tersebut saat mereka mengalami kekurang tidur. Oleh sebab itu, dengan tidur cukup sudah bisa membuat seseorang menjadi lebih segar serta mencegah munculnya rasa lapar lebih awal.

• Stres

Saat stres, seseorang tentu akan berpikir lebih banyak daripada biasanya. Kondisi ini bisa membuat seseorang menjadi membutuhkan energi lebih banyak. Saat memerlukan energi yang lebih banyak, tubuh pasti akan mengirimkan sinyal ke bagian otak. Tidak hanya itu, stres yang menghampiri juga akan menurunkan hormon serotonin pada otak. Untuk hormon serotonin yang berkurang akan menyebabkan seseorang menjadi mudah lapar, meskipun sebenarnya mereka tidak dalam kondisi lapar. Inilah yang menjadi salah satu alasan mengapa ketika sedang stres ada yang memuaskannya dengan mengonsumsi sejumlah makanan.

• Dehidrasi

Kurangnya cairan dalam tubuh, atau lebih dikenal sebagai dehidrasi, bisa dikaitkan dengan  rasa lapar. Hal tersebut diungkapkan oleh seorang pembicara dari American Academy of Nutrition and Dietetics yang bernama Alisa Rumsey. Selain itu, saat sedang mengalami kekurangan cairan pada tubuh, organ otak menjadi kebingungan dalam membaca sejumlah sinyal yang diperoleh dari tubuh. Nantinya otak akan membacanya sebagai rasa lapar yang memerlukan asupan berupa makanan serta rasa haus membutuhkan cairan. Oleh karena itu, saat seseorang kekurangan minum, sering diikuti oleh munculnya rasa lapar.