Rotasi Pemain Jadi Kunci Sukses Thomas Tuchel Di Chelsea

Rotasi Pemain Jadi Kunci Sukses Thomas Tuchel Di Chelsea

Rotasi Pemain Jadi Kunci Sukses Thomas Tuchel Di Chelsea

Reece James yang menempati posisi bek di Chelsea mengaku bahwa dirinya kerap menjalani rotasi pemain di Chelsea sejak di tangani oleh pelatih Thomas Tuchel. Sejauh ini Reece James merasa tidak keberatan jika tidak tampil sebagai skuat inti saat bertanding. Keputusan pelatih Thomas Tuchel tentu saja menjadi pilihan yang terbaik untuk tim. Ketika berada di dalam klub besar maka memilih pemain menjadi salah satu hal yang tidak mudah untuk pelatih.

Hal ini perlu dilakukan agar semua pemain mendapatkan kesempatan bermain dan mengasah kemampuan mereka menjadi lebih tajam lagi. Sejauh perkembangan tim semakin baik maka keputusan pelatih patut untuk dihargai dan semua pemain harus mengikutinya. Sebagai bek di Chelsea maka Reece James setuju dengan keputusan yang diambil oleh pelatih Thomas Tuchel. Sejak ditangani oleh pelatih Thomas Tuchel kemampuan Chelsea emang lebih meningkat lagi terbukti dari 10 pertandingan yang mereka jalani dan belum terkalahkan sama sekali.

Tren positif ini tentu saja menjadi salah satu hal yang perlu di banggakan. Chelsea bahkan mampu mengalahkan Liverpool di markas mereka dan Liverpool sendiri berstatus sebagai klub juara di musim lalu. Sementara itu Reece James mendapatkan kesempatan untuk tampil sebagai tim utama sebanyak empat kali dan empat kali sebagai pemain pengganti. Sosok pelatih Thomas Tuchel juga diakui sebagai salah satu pelatih yang bersemangat tinggi dan juga mempunyai selera humor yang baik.

Salah satu pertandingan berat melawan Liverpool membuktikan bahwa tim Chelsea semakin berkembang. Pertandingan di musim lalu membuktikan Chelsea kalah dari dengan skor 3-5 dan di musim ini kami mampu memenangkan pertandingan dengan baik. Saat ini Chelsea masih menduduki posisi keempat di klasemen Liga Inggris Premier dengan kolesi 47 poin. Finish di urutan empat besar menjadi salah satu target bagi klub Chelsea di musim ini.

Pelatih Thomas Tuchel menjadi sosok yang tepat untuk menangani Chelsea dan semua pemain tampak bahagia saat ini. Thomas Tuchel di tunjuk oleh Chelsea untuk menggantikan Frank Lampard setelah di berhentikan oleh PSG.

Frank Lampard Khawatir Sistem VAR Kerap Untungkan Manchester United

Frank Lampard Khawatir Sistem VAR Kerap Untungkan Manchester United

Frank Lampard Khawatir Sistem VAR Kerap Untungkan Manchester United

Semifinal Piala FA bakal mempertemukan klub besar Liga Inggris yakni Chelsea dan Manchetser United. Semifinal Piala FA lainnya sudah di gelar hari ini antara Arsenal dan Manchester City dan Arsenal berhasil lolos ke babak final setelah mengalahkan Manchester City dengan skor 2-0. Arsenal kini menantikan klub juara yang bakal lolos ke babak final antara Chelsea dan juga Manchester United. Sementara itu pelatih Frank Lampard menghawatirkan pertandingan yang akan berlangsung di Wembley tersebut bakal menguntungkan klub Manchester United dari sistem VAR.

Pelatih Chelsea tersebut kerap menemukan bahwa Manchester United sering kali mendapatkan keuntungan dari VAR yang sudah di terapkan di berbagai pertandingan yang ada di eropa termasuk di Liga Inggris dan Piala FA kali ini. Sejauh ini Chelsea mempunyai deretan pertemuan yang cukup buruk dengan Manchester United. Chelsea bahkan pernah dikalahkan oleh Manchester United dengan skor 4-0 pada bulan Agustus 2019 yang lalu. Saat itu sebuah pinalti dari Marcus Rashford mendapatkan keuntungan dari sistem VAR yang diterapkan dalam pertandingan tersebut.

Bahkan pertandingan terbaru ketika Manchester United melawan Aston Villa pihak setan merah tetap saja mendapatkan keuntungan dari sistem VAR yang mengesahkan gol dari gol Bruno Fernandes. Sementara itu pelanggaran yang dilakukan oleh Victor Lindelof kepada Wilfried Zaha tidak ditinjau sama sekali dengan menggunakan sistem VAR tersebut. Hal ini tentu saja menjadi keuntungan salah satu pihak terutama pihak Manchester United.

kontroversial tentu saja bermunculan ketika sistem VAR sudah di terapkan di dalam pertandingan namun pelatih Frank Lampard enggan membenarkan perkiraan buruk yang ada. Pelatih Frank Lampard tetap berpikiran positip bahwa VAR di berlakukan untuk memberikan keputusan yang adil dan tepat disetiap pertandingan. Meskipun demikian VAR tetap saja merupakan salah satu bentuk penggunaan sistem yang melibatkan manusia didalamnya.

Tentu saja terdapat keputusan yang mungkin saja tidak benar-benar adil dalam pertandingan sehingga hal tersebut kerap menjadi tuduhan dari banyak pihak yang menilai adanya kecurangan ataupun bentuk keuntungan yang didapatkan oleh klub tertentu dalam pertandingan akibat keputusan melalui VAR tersebut. Pelatih Frank Lampard sempat mengutarakan bahwa dirinya sempat kebingungan dengan keputusan dari sistem VAR. Terkadang terdapat keputusan yang jelas sekali salah namun hal tersebut dinyatakan di dalam pertandingan. Beberapa kejadian tersebut sudah terjadi dan hal itu menjadi sangat aneh di mata publik yang menyaksikannya.