Torino Kembali Gagal Petik Kemenangan Dari AC Milan

Torino Kembali Gagal Petik Kemenangan Dari AC Milan

Torino Kembali Gagal Petik Kemenangan Dari AC Milan

AC Milan kembali memenangkan laga dengan Torino di ajang perdelapan final Coppa Italia. Meskipun berhasil memenangkan laga tersebut namun AC Milan harus bersusah payah untuk bisa lolos ke babak selanjutnya lewat adu pinalti dengan Torino. Waktu 90 menit tidak cukup bagi AC Milan untuk membobol gawang Torino seperti yang dilakukan oleh mereka pada pekan lalu. Keduanya sempat berlaga di ajang Liga Serie A pada pekan lalu. Saat itu AC Milan berhasil mengalahkan Torino dengan skor 2-0.

Di ajang Coppa Italia tampak bahwa pasukan Torino ingin membalas kekalahan mereka dengan menyingkirkan AC Milan namun hal tersebut tidak mudah untuk di lakukan. Pasukan AC Milan tampak kuat meskipun hampir 50 persen dari Skuat didalam klub sudah di rotasi. Pelatih AC Milan tetap optimis bahwa anak asuhannya mampu meraih kemenangan pada laga yang dilaksanakan di San Siro tersebut. Tetap menjaga semangat dan intensitas permainan menjadi kunci kesuksesan dari AC Milan di musim ini.

Setelah lolos dari laga melawan Torino maka AC Milan akan melaksanakan laga berat sebab mereka harus melawan Inter Milan di semifinal nanti. Kedua klub tentunya ingin mendapatkan juara di Coppa Italia. Inter Milan tentu saja menjadi rival yang cukup sepadan untuk AC Milan. Laga sulit dan rumit sudah di prediksi bakal mewarnai jalannya pertandingan di antara kedua klub tersebut. Meskipun demikian pelatih AC Milan mengaku cukup bangga dengan anak asuhannya.

Ujian demi ujian dalam setiap laga membuat pernampilan dari AC Milan kian membaik. AC Milan bahkan di percaya telah menjalani masa keemasannya di musim ini. Meskipun perjalanan di musim ini masih cukup panjang namun bukan hal yang tidak mungkin jika AC Milan akan meraih trofi yang cukup banyak di akhir musim ini. Pencapaian tersebut tentu saja akan menjadi rekor pencapaian dari AC Milan yang paling baik jika dibandingkan dengan beberapa musim yang lalu.

Pelatih AC Milan bahkan tidak berencana untuk membeli pemain baru di bursa transfer kali ini. Mereka cukup percaya dengan skuat yang sudah ada saat ini dan mampu untuk mempertahankan kemenangan di musim ini. Keyakinan tersebut tentu saja dapat membawa AC Milan mencapai permainan di level yang lebih tinggi pada musim ini. Pelatih AC Milan juga terus mendorong anak asuhannya tersebut untuk tetap tenang dan menjaga konsisten dalam setiap pertandingan yang akan berlangsung nantinya.

Christian Eriksen Semakin Dekat Ke PSG

Christian Eriksen Semakin Dekat Ke PSG

Christian Eriksen Semakin Dekat Ke PSG

Mauricio Pochettino yang merupakan mantan pelatih Tottenham Hotspur semakin dekat dengan klub Paris Saint-Germain. Hal ini tentu saja membuat salah satu pemain andalan yang pernah berada di bawah kepelatihan dari Mauricio Pochettino selama berada di Tottenham Hotspur kian mendekatkan diri ke PSG. Christian Eriksen kurang mendapatkan tempat ketika bermain di Inter Milan sebab pelatih Antonio Conte masih jarang memainkannya dalam pertandingan.

Sementara itu hubungan antara Mauricio Pochettino dan Christian Eriksen memang cukup dekat ketika berada dalam satu klub yang sama. Bekerja sama selama enam tahun lamanya di Tottenham Hotspur membuat Mauricio Pochettino mempunyai kemungkinan yang besar untuk memainkan kembali sosok Christian Eriksen jika berhasil bergabung dengan klub PSG. Sementara itu Paris Saint-Germain telah memberikan sinyal untuk mendatangkan manajer Mauricio Pochettino dalam waktu dekat ini.

Keduanya mungkin sedang membicarakan kontrak kerjasama yang mungkin terjalin setelah Thomas Tuchel menghabiskan masa kepelatihannya selama dua musim bersama dengan PSG. Sebelumnya beberapa nama pelatih sempat muncul ke publik namun Mauricio Pochettino menjadi salah satu nama yang mempunyai opsi paling kuat untuk melatih PSG saat ini. Thomas Tuchel tidak bisa sepenuhnya dikategorikan sebagai salah satu pelatih yang gagal selama melatih PSG.

Musim debut Thomas Tuchel tidak terlalu impresif sebab Paris Saint-Germain.kehilangan gelar Piala Prancis dan Piala Liga Prancis meski tetap menjadi juara di Ligue 1. Pada musim kedua pelatih Thomas Tuchel berhasil mempersembahkan tiga gelar kompetisi domestik untuk klub serta membawa Paris Saint-Germain masuk final Liga Champions. Hal tersebut menjadi catatan terbaik sepanjang sejarah klub Paris Saint-Germain.

Selain itu Paris Saint-Germain juga mempertimbangkan sosok Massimiliano Allegri dan Thiago Motta sebagai alternatif jika Mauricio Pochettino gagal di rekrut ke dalam klub. Sementara itu Paris Saint-Germain berencana untuk menukarkan Leandro Paredes dengan Christian Eriksen untuk menyambut kedatangan Mauricio Pochettino. Keduanya diharapkan mampu memberikan kontribusi yang baik di dalam klub Paris Saint-Germain pada musim ini sebab saat ini posisi Paris Saint-Germain masih berada di peringkat ketiga.