Locatelli Hanya Tinggal 1 langkah lagi Akan bergabung dengan Juventus

klub juventus tidak lama lagi akan mendatangkan Seorang gelandang baru agar bisa menyambut sebuah perebutan scudetto pada musim tahun 2021/22.

Sang gelandang baru itu masih berasal dari Klub Serie A Italia sassuolo. Tidak lain adalah Pemain Manuel Locatelli, Dimana ia memang telah lama dilirik oleh juventus sejak bursa transfer dibuka.

Dilansir dari goal, Sassuolo telah sepakat dalam hal penawaran di final yang sudah diberikan oleh Klub juventus agar bisa mendapatkan sang pemain berumur 23 tahun ini.

Alasan klub juventus agar bisa mendapatkanya tidak luput dari kemauan sang Manajer, tidak lain adalah Massimilliano Allegri. Sang pelatih sangat yakin akan kemampuan sang pemain untuk memperkuat posisi lini tengah.

Manuel Locatelli Sebelumbya juga telah diinginkan oleh klub raksasa inggris arsenal, tetapi sebuah penawaran itu tidak sama sekali dihiraukan oleh sang pemaon dari italia ini. Sampai Sang CEO yang bernama Sassuolo Giovanni Carnevali telah mengatakan Manuel Locatelli hanya ingin hijrak menuju ke Turin saat ini.

Pada awalnya, klub juventus pernah merasa kesulitan agar bisa mendapatkan persetujuan demi mendapatkan sang pemain. Tetapi sebuah perwakilan dari Sassuolo sendiri akan datang menuju turin untuk membahas sebuah keputusan finalnya.

Sang direktur dari juventus sendiri, yang bernama Pavel nedved. Sempat berkata bahwa klub juventus telah memberikan harga yang cukup masuk akal.

Dirinya sama sekali tidak menepis sebuah kabar tentang klub juventus yang saat ini menginginkan jasa sang pemain.

“Kami telah berbicara dengan sassuolo dan kami juga telah bersepakat memberikan sebuah penawaran yang dimana kami telah yakin sangat layak untuk iklim , dengan cara itu kami bisa melakukan sebuah transfer, dan sebuah pasaran transfer yang sudah terpengaruh oleh pandemi corona saat ini,” Tandas Sang direktur  dalam beberapa waktu lalu.

 

 

Kiper Legendaris Gianluigi Buffon Memilih Gabung Parma di Serie B

Gianluigi Buffon memutuskan untuk bergabung dengan Parma di Serie B pada musim depan nanti. Hal ini di putuskannya setelah berada di dalam bangku cadangan dalam waktu yang cukup lama. Kiper legendaris yang sudah berusia 43 tahun tersebut enggan untuk bergabung dengan tim papan atas namun hanya di masukkan dalam daftar kiper cadangan.

Hal ini terjadi ketika dirinya berada di Juventus dan juga Paris Saint-germain. Dirinya hanya menjadi kiper pelapis kedua yang didalam klub tersebut dan jarang mendapatkan kesempatan untuk tampil di lapangan. Ketika memutuskan untuk hengkang dari klub banyak sekali tawaran dari klub besar yang menghampiri dirinya namun Gianluigi Buffon enggan untuk bergabung dengan klub papan atas tersebut.

Salah satu tawaran bahkan datang dari klub Barcelona namun tawaran tersebut ditolak mentah-mentah oleh sang kiper legendaris tersebut. Sementara itu Parma yang masih berada di Serie B mencoba untuk memulangkan kembali Gianluigi Buffon dari Juventus. Tawaran dari Parma tersebut tentu saja diterima baik oleh Gianluigi Buffon yang memang pernah membesarkan namanya dulu.

Tampil di Serie B mungkin menjadi salah satu pilihan dari Gianluigi Buffon untuk bisa mendapatkan posisi utama kiper di dalam klub. Hal ini tentu saja dipengaruhi oleh faktor umur dari Gianluigi Buffon yang sudah tidak muda lagi. Diumur 43 tahun tentu saja banyak sekali pemain sepakbola sudah memutuskan untuk pensiun dari dunia sepakbola.

Meskipun demikian sosok Gianluigi Buffon mengaku masih belum siap untuk melepaskan kesenangannya tersebut. Rindu dan cinta dengan lapangan pertandingan kerap dirasakannya ketika hendak untuk memutuskan pensiun di usianya tersebut. Kini Gianluigi Buffon ingin fokus bermain bersama dengan klub Parma yang pernah dibelanya dulu saat masih berada di usia muda. Kiper Gianluigi Buffon ingin memastikan Parma lolos kembali ke Serie A.

Tugas ini tentu saja tidak mudah mengingat persaingan klub di Serie B cukup ketat dari musim ke musim. Pengalaman tentu saja menjadi salah satu unsur pendukung didalam klub Parma dengan hadirnya seorang kiper berpengalaman. Para fans tentu saja berharap bahwa Gianluigi Buffon segera membawa Parma ke serie A sehingga dapat memutuskan untuk segera pensiun pada saat itu.

Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo Akhiri Dominasi Pemain Terbaik

UEFA selalu mengumumkan pemain terbaik setiap tahunnya dan nama seperti Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo selalu mengisi nominasi tersebut namun pada tahun ini kedua nama tersebut tentu saja tidak masuk dalam nominasi lagi. Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo dikalahkan oleh tiga pemain yang cukup dikenal oleh para penggemar sepakbola eropa. Tahun ini tentu saja menjadi tahun pertama untuk kedua pemain legendaris dunia tersebut tidak masuk dalam nominasi pemain terbaik. Ketiga pemain yang akan disebutkan pemenangnya oleh UEFA pada tanggal 1 Oktober adalah Kevin De Bruyne, Robert Lewandowski, dan Manuel Neuer.

Kedua pemain dari klub Bayern Munchen masuk dalam nominasi pemain terbaik karena tampil dengan sangat luar biasa di musim ini Bayern Munchen sendiri berhasil memenangkan Liga Champions dan juga Super Eropa di musim ini. Robert Lewandowski juga berhasil menjadi pemain top skor di Liga Champions pada tahun ini. Di sisi lain Lionel Messi dan Barcelona harus tersingkir dari Liga Champions setelah dipermalukan oleh Bayern Munchen di pertandingan perempat final dengan skor 2-8. Cristiano Ronaldo juga mempunyai nasib yang sama ketika gagal membawa Juventus untuk menembus babak 8 besar di Liga Champions.

Manuel Neuer yang menjaga gawang Bayern Munchen juga masuk dalam nominasi karena mencetak clean sheet di ajang Liga Champions pada tahun ini. Penampilan yang baik dari kedua pemain Bayern Munchen patut untuk di ancungkan jempol oleh banyak pelatih di Eropa. Pemain terbaik lainnya datang dari klub Manchester City yakni Kevin De Bruyne. Sosok Kevin De Bruyne cukup melekat pada klub Manchester City sebab dirinya mampu menyulap tim menjadi sosok yang tangguh dilapangan. Di musim lalu saja Kevin De Bruyne mampu memberikan assits sebanyak 20 dan 13 gol untuk klub Manchester City.

Meskipun demikian nama Robert Lewandowski menjadi salah satu nominasi yang cukup di favoritkan untuk menjadi pemenang dalam ajang pemain terbaik tahun ini. Sebanyak 80 pelatih dan 55 jurnalis rencananya akan menjadi penentu kemenangan diantara ketiga nama tersebut. Selain itu juga terdapat beberapa nominasi yang akan di umumkan pemenangnya pada tanggal 1 Oktober nanti. Salah satunya adalah nominasi pelatih terbaik di tahun ini dan juga pemain wanita terbaik di tahun ini. Ajang ini tentu saja cukup dinantikan oleh banyak pemain yang ada di eropa untuk menilai kemajuan karirnya pada setiap tahunnya.