Jarang Bermain Bikin Dele Alli Siap Tinggalkan Liga Inggris

Jarang Bermain Bikin Dele Alli Siap Tinggalkan Liga Inggris

Jarang Bermain Bikin Dele Alli Siap Tinggalkan Liga Inggris

Dele Alli merupakan salah satu gelandang milik Tottenham Hotspur yang pernah menguncang dunia eropa dengan penampilannya yang sangat baik pada beberapa tahun yang lalu. Di bawah asuahan pelatih Mauricio Pochettino karir dari Dele Alli tampak melambung ke permukaan sebab dirinya mengemas banyak sekali gol dalam beberapa musim. Musim 2018-2019 menjadi puncak dari karir yang dimiliki oleh gelandang asal timnas Inggris tersebut. Setelah Tottenham Hotspur gagal meraih gelar juara di final Liga Champions dan pemecatan pelatih Mauricio Pochettino membuat karir dari Dele Alli kian menurun drastis.

Sejak saat itu sosok pemain yang telah berusia 24 tahun tersebut sudah jarang di tampilkan sebagai starter dalam klub Tottenham Hotspur. Kini di bawah asuhan pelatih Jose Mourinho maka sosok Dele Alli tampak di bekukan secara permanen dari lapangan pertandingan. Tidak pernah di mainkan dan hanya menjadi cadangan tentunya membuat Dele Alli kian tertekan dan merasa frustasi. Kabar terakhir bahkan menyebutkan jika dirinya telah berencana untuk meninggalkan Liga Inggris untuk memperbaiki karirnya dalam dunia sepakbola Eropa.

Beberapa klub lantas ingin mendapatkan jasanya namun hal tersebut tentu saja tidak berlangsung dengan mudah. Paris Saint Germain menjadi salah satu klub yang pernah melakukan pendekatan dengan Tottenham Hotspur untuk mendapatkan masa pinjaman bermain di perancis selama satu musim namun hal tersebut tidak mendapat persetujuan dari Tottenham Hotspur. Paris Saint Germain tentunya masih menaruh harapan yang cukup besar untuk bisa mendatangkan Dele Alli ke dalam klub. Hal tersebut semakin kuat karena pihak klub untuk memperkuat barisan depan yang saat ini masih di isi oleh Kylian Mbappe dan Neymar.

Klub lainnya yang mungkin akan membeli Dele Alli di bursa transfer mendatang adalah AC Milan. Di musim ini AC Milan mengawali musim dengan cukup baik dan berhasil menempati puncak klasemen untuk saat ini. Dele Alli tentunya di persiapkan oleh AC Milan untuk menggantikan Hakan Calhanoglu yang masih menyisakan kontrak hingga akhir musim ini. Kepergian Hakan Calhanoglu dari klub AC Milan tentunya akan berdampak cukup banyak terhadap penampilan dari AC Milan di musim berikutnya. Meskipun keduanya mempunyai gaya bermain dilapangan yang cukup berbeda namun AC Milan yakin bahwa Dele Alli dapat menyumbangkan gol yang cujup banyak di musim depan nanti.

Barcelona Dinilai Sulit Jadi Juara Liga Champions

Barcelona Dinilai Sulit Jadi Juara Liga Champions

Barcelona Dinilai Sulit Jadi Juara Liga Champions

Barcelona memulai Liga Champions di musim ini pada Grup G dan telah berhasil memenangkan tiga pertandingan. Dengan perolehan poin penuh ini maka Barcelona sudah bisa di pastikan akan lolos ke babak 16 besar di Liga Champions pada musim ini. Tim asuhan Ronald Koeman berhasil menang 5-1 saat bertanding melawan Ferencvaros. Pertandingan berat melawan Juventus bahkan berhasil di menangkan oleh Barcelona dengan skor 2-0 dan dini hari tadi pasukan Blaugrana berhasil menang dengan skor tipis 2-1 atas Dynamo Kiev.

Dengan hasil positif yang diberikan oleh Lionel Messi dan kawan kawannya maka Liga Champions tentu saja bisa di menangkan pada musim ini. Meskipun demikian banyak pelatih di Eropa tidak percaya bahwa Ronald Koeman mampu membangkitkan Barcelona setelah dikalahkan oleh Bayern Muchen dengan skor telak di musim lalu. Hal tersebut tentunya menjadi salah satu pukulan bagi Barcelona yang mempunyai banyak sekali pemain bertalenta di dalamnya.

Beberapa tim yang dianggap mampu untuk menjuarai Liga Champions di musim ini adalah Manchester City, Paris Saint-Germain dan juga Bayern Muchen. Pelatih Ronald Koeman mungkin masih memerlukan waktu yang lebih banyak untuk memperbaiki kinerja dari Barcelona sebab dirinya merupakan pelatih yang baru di dalam klub. Setidaknya butuh waktu enam bulan bagi seorang pelatih untuk bisa menemukan tempo permainan yang baik untuk tim di dalam sebuah klub.

Dengan kondisi tersebut maka perjalanan Barcelona di laga Liga Champions musim ini akan menjadi sangat sulit. Meskipun demikian Lione Messi dan rekan rekannya tetap optimis mampu membawa pulang gelar juara Liga Champions ke Camp Nou. Sementara itu di Liga Spanyol sendiri Barcelona masih cukup sulit untuk bersaing dengan klub rival mereka seperti Real Madrid dan Atletico Madrid. Tim di Liga Spanyol tentu saja lebih mengenal sosok Barcelona dibandingkan dengan klub yang bersaing dengan mereka di ajang Liga Champions.

Dengan kondisi ini maka peluang bagi Barcelona untuk menjadi juara di Liga Champions tetap terbuka lebar meskipun perjalanan untuk mencapai hal tersebut akan jauh lebih berat di bawah asuhan pelatih baru saat ini. Sosok pelatih Ronald Koeman juga merupakan salah satu pelatih terbaik yang ada di Eropa sehingga untuk meracik Barcelona menjadi klub tangguh bukan menjadi sebuah masalah yang serius untuk dirinya. Pelatih Ronald Koeman hanya membutuhkan waktu yang lebih banyak di musim ini untuk menunjukkan ketajaman Barcelona.

Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo Akhiri Dominasi Pemain Terbaik

Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo Akhiri Dominasi Pemain Terbaik

Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo Akhiri Dominasi Pemain Terbaik

UEFA selalu mengumumkan pemain terbaik setiap tahunnya dan nama seperti Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo selalu mengisi nominasi tersebut namun pada tahun ini kedua nama tersebut tentu saja tidak masuk dalam nominasi lagi. Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo dikalahkan oleh tiga pemain yang cukup dikenal oleh para penggemar sepakbola eropa. Tahun ini tentu saja menjadi tahun pertama untuk kedua pemain legendaris dunia tersebut tidak masuk dalam nominasi pemain terbaik. Ketiga pemain yang akan disebutkan pemenangnya oleh UEFA pada tanggal 1 Oktober adalah Kevin De Bruyne, Robert Lewandowski, dan Manuel Neuer.

Kedua pemain dari klub Bayern Munchen masuk dalam nominasi pemain terbaik karena tampil dengan sangat luar biasa di musim ini Bayern Munchen sendiri berhasil memenangkan Liga Champions dan juga Super Eropa di musim ini. Robert Lewandowski juga berhasil menjadi pemain top skor di Liga Champions pada tahun ini. Di sisi lain Lionel Messi dan Barcelona harus tersingkir dari Liga Champions setelah dipermalukan oleh Bayern Munchen di pertandingan perempat final dengan skor 2-8. Cristiano Ronaldo juga mempunyai nasib yang sama ketika gagal membawa Juventus untuk menembus babak 8 besar di Liga Champions.

Manuel Neuer yang menjaga gawang Bayern Munchen juga masuk dalam nominasi karena mencetak clean sheet di ajang Liga Champions pada tahun ini. Penampilan yang baik dari kedua pemain Bayern Munchen patut untuk di ancungkan jempol oleh banyak pelatih di Eropa. Pemain terbaik lainnya datang dari klub Manchester City yakni Kevin De Bruyne. Sosok Kevin De Bruyne cukup melekat pada klub Manchester City sebab dirinya mampu menyulap tim menjadi sosok yang tangguh dilapangan. Di musim lalu saja Kevin De Bruyne mampu memberikan assits sebanyak 20 dan 13 gol untuk klub Manchester City.

Meskipun demikian nama Robert Lewandowski menjadi salah satu nominasi yang cukup di favoritkan untuk menjadi pemenang dalam ajang pemain terbaik tahun ini. Sebanyak 80 pelatih dan 55 jurnalis rencananya akan menjadi penentu kemenangan diantara ketiga nama tersebut. Selain itu juga terdapat beberapa nominasi yang akan di umumkan pemenangnya pada tanggal 1 Oktober nanti. Salah satunya adalah nominasi pelatih terbaik di tahun ini dan juga pemain wanita terbaik di tahun ini. Ajang ini tentu saja cukup dinantikan oleh banyak pemain yang ada di eropa untuk menilai kemajuan karirnya pada setiap tahunnya.

Bruno Fernandes dan Jesse Lingard Bawa MU ke Liga Champions

Bruno Fernandes dan Jesse Lingard Bawa MU ke Liga Champions

Bruno Fernandes dan Jesse Lingard Bawa MU ke Liga Champions

Laga terakhir Manchester United dan Leicester City menjadi penentuan untuk bisa lolos ke babak Liga Champions. Selisih poin yang ketat diantara keduanya membuat pertandingan terakhir tersebut menjadi penentuan untuk mendapatkan tiket ke Liga Champions pada musim depan. Kedua tim bermain cukup hati-hati disepanjang pertandingan sebab keduanya mencoba untuk mendapatkan kemenangan dan menghindari kebobolan terlebih dahulu. Manchester United bermain cukup baik di sepanjang pertandingan dengan menguasi hampir semua jalannya pertandingan.

Keberuntungan kemudian hadir di kubu Setan Merah pada menit ke-68 dimana Jhonny Evans melakukan pelanggaran keras di dalam kotak pinalti. Bruno Fernandes yang ditunjuk sebagai esekutor tendangan pinalti tersebut berhasil menyelesaikan tugasnya sehingga Manchester United berhasil memimpin pertandingan. Berada di posisi ketinggalan maka pasukan dari Brendan Rodgers meningkatkan intensitas penyerangan ke gawang Manchester United namun usaha yang dilakukan gagal. Leicester City pada akhirnya kehabisan waktu untuk dapat menyamakan kedudukan.

Dimenit terakhir pertandingan Manchester United justru menambah keunggulan lewat Jesse Lingard. Jesse Lingard berhasil merebut bola dari kiper Kasper Schmeichel dan memaksa keunggulan Manchester United bertambah menjadi 2-0 sebelum pertandingan berakhir. Dengan perolehan positif ini maka Manchester United berhasil mempertahankan posisi ketiga di klasemen akhir Liga Inggris Premier. Sementara itu Chelsea juga berhasil lolos ke Liga Champions setelah menumbangkan Wolverhampton Wanderers. Poin yang sama dengan Manchester United di akhir laga membuat mereka harus berada di peringkat keempat karena selisih gol diantara keduanya.

Leicester City sendiri harus puas berada di peringkat keempat dan hanya bisa bermain di ajang kompetisi piala eropa untuk musim depan nanti. Pencapaian posisi ketiga pada musim ini merupakan masa terbaik bagi pelatih Ole Gunnar Solskjaer. Di bawah kepelatihan Ole Gunnar Solskjaer dimusim ini Manchester United berhasil memenangkan pertandingan sebanyak 18 kali, 12 kali hasil imbang, dan 8 kekalahan. Para manajeman Setan Merah juga berjanji akan mendukung penuh kebijakan dari pelatih Ole Gunnar Solskjaer pada musim depan nanti. Para fans Setan Merah juga percaya dengan kinerja dari pelatih Ole Gunnar Solskjaer bahkan untuk jangka waktu yang lama di Manchester United.